Wednesday, 12 February 2014

POLA KEGIATAN EKONOMI PENDUDUK



   1.      Pola Kegiatan Ekonomi Masyarakat Tradisional (Pedesaan)
Di daerah pedesaan, pengunaan lahan yang dominan adalah pertanian, sedangkan diperkotaan pengunaan lahan yang dominan adalah non pertanian seperti pemukiman, industri, pertokoan dll. Struktur ruang dipedesaan dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang yang berfungsi sosial dan ruang yang berfungsi ekonomi. Ruang yang berfungsi sosial berada pada wilayah pemukiman. Ruang yang berfungsi ekonomi berada pada wilayah pertanian.
   2.      Pola Kegiatan Ekonomi Masyarakat Perkotaan
Hal yang menonjol pada pola kehidupan masyarakat perkotaan adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mewarnai pola kegiatan ekonomi masyarakat. Ketergantungan masyarakat perkotaan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak berupa munculnya aneka ragam industri barang dan jasa yang berkembang pesat di kota.
Aneka ragam kegiatan industri dapat diklasifikasikan berdasarkan : bahan mentah, bahan dasar, hasil produksi, dan jumlah pekerja.
a.      Kegiatan industri berdasarkan bahan mentahnya :
1)      Industri agraris adalah industri yang mengandalkan bahan mentah dari hasil pertanian.
2)      Industri non agraris adalah industri yang mengandalkan bahan mentah dari hasil pertambangan atau dari bahan kimia lainnya.
b.      Kegiatan industri  berdasarkan bahan dasarnya :
1)      Industri dasar merupakan industri yang menghasilkan bahan dasar bagi perusahaan atau pabrik lainnya.
2)      Industri konveksi merupakan industri yang membuat pakaian jadi.
3)      Industri perakitan merupakan industri yang bergerak di bidang kegiatan perakitan berbagai komponen untuk dijadikan barang jadi.
c.       Kegiatan industri berdasarkan hasil produksinya :
1)      Industri berat adalah industri yang menghasilkan mesin – mesin, alat produksi, bahan baku, dan bahan penolong.
2)      Industri ringan  industri yang menghasilkan barang – barang jadi.
3)      Industri campuran adalah industri yang memproduksi lebih dari satu barang.
d.      Kegiatan industri berdasarkan jumlah pekerjanya :
1)      Industri rumah tangga adalah industri yang memiliki karyawan antara  1 – 4 orang.
2)      Industri kecil adalah industri yang mempekerjakan karyawan antara     5 – 19 orang
3)      Industri sedang adalah industri yang mempekerjakan karyawan antara 20 – 99 orang
4)      Industri besar industri yang memiliki karyawan lebih dari 100 orang
   3.      Faktor yang Membedakan Pola Kegiatan Ekonomi Masyarakat mencakup :
1)      Tingkat pendidikan / keterampilan yang dikuasai
2)      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
3)      Pola pikir / pandangan masyarakat
4)      Terbukanya peluang / kesempatan untuk pengembangan diri

   4.      Faktor yang mempengaruhi pola pemukiman penduduk
a.      Kondisi bentuk muka bumi ( datar, bergelombang, atau pegunungan)
b.      Kesuburan tanah
c.       Ketersediaan dan kualitas air
d.      Kemudahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup
e.      Ketersediaan tumbuhan tertentu
f.        Ketersediaan bahan – bahan tambang
   5.      Macam – macam pola pemukiman penduduk
Perumahan adalah sekelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan sarana & prasarana lingkungan.
Pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik dalam lingkup ruang pemukiman maupun perkantoran yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri kehidupan dan peri penghidupan.
1.      Pola pemukiman memanjang
Pola pemukiman memanjang adalah pemukiman penduduk yang berupa deretan rumah memanjang, umumnya mengikuti keadaan alam atau lingkungan fisik disekitarnya.
2.      Pola pemukiman terpusat
Pola pemukiman terpusat umumnya terjadi pada penduduk yang seketurunan, atau senasib karena bencana alam.
3.      Pola pemukiman linear
Pola pemukiman linear pada awalnya berasal dari pola pemukiman sejajar jalan raya kemudian berkembang secara alamiah atau tanpa perencanaan sebelumnya.
4.      Pola pemukiman mengelilingi fasilitas
Pola pemukiman mengelilingi fasilitas adalah pola pemukiman yang terbentuk karena adanya fasilitas kehidupan yang menyebabkan berkembangnya perumahan, seperti sumber air, danau, waduk, pasar, pertokoan, sekolah, kampus, gedung olahraga, gedung pemerintahan, dan fasilitas kehidupan lainnya.


A.     Bentuk Muka Bumi dan Penggunaan Lahan

   1.      Penggunaan Lahan untuk Pertanian
a.         Pertanian Sederhana
Pertanian sederhana yang sering disebut Pertanian primitif adalah pertanian yang dilakukan dengan menggunakan peralatan sedrhana, sperti parang, sabit, cangkul dan sejenisnya. Pertanian sederhana ini ada yang dilaksanakan secara berpindah – pindah dan ada yang secara menetap.
1)      Pertanian sederhana berpindah – pindah adalah pertanian yang dilakukan dengan cara membuka hutan milik desa dengan menebang pohon – pohon kemudian membakarnya. Pertanian berpindah – pindah seperti ini sering disebut Perladangan liar.
2)      Pertanian sedrhana menetap adalah pertanian yang dilakukan pada satu tempat atau lokasi yang sama (tetap).

b.      Pertanian Maju
Pertanian maju adalah pertanian yang dilakukan penduduk dengan menggunakan peralatan dan cara yang lebih baik. Peralatan dan cara yang lebih baik dikenal dengan Panca usaha tani, yaitu sistem pengairan yang baik, pemilihan benih, penggunaan pupuk, pengolahan tanah, dan pemberantasan hama. Pertanian maju dapt dilakukan pada tanah yang belum dialiri air secara baik atau tanah tadah hujan, dan tanah yang sudah dialiri air dengan teratur atau pertanian dengan irigasi.
1)      Pertanian tadah hujan atau yang sering disebut Pertanian lahan kering adalah pertanian yang sangat mengandalkan curah hujan, baik ditadah langsung atau dialiri air hasil air hujan. Pertanian tadah hujan misalnya tegalan dan kebun. Tegalan adalah satu cara bercocok tanam ditanah kering dengan mengharapkan air hujan. Kebun adalah salah satu cara bercocok tanam yang dilakukan disekitar tempat tinggal penduduk atau penggarap. Holtikultura adalah salah satu usaha pertanian dilahan kering untuk menanam tanaman yang dibutuhkan sehari – hari misalnya sayuran, buah – buahan dan tanaman obat lainnya.
2)      Pertanian dengan irigasi atau pertanian lahan basah adalah pertanian yang menggunakan air secara terus – menerus sesuai dengan kebutuhan.

   2.      Bentuk Muka Bumi
a.      Masyarakat yang tinggal di dataran rendah
Masyarakat yang tinggal didataran rendah, banyak memanfaatkan lahan untuk :
1)      Bercocok tanam dalam bentuk persawahan maupun perladangan
2)      Beternak, dengan memanfaatkan padang rumput yang banyak terdapat dilembah sungai maupun dipadang sabana.
3)      Perikanan darat dengan mengusahakan tambak, kolam, maupun daerah bendungan.
4)      Perkebunan
5)      Kawasan industri dan perdagangan

b.      Masyarakat yang tinggal didataran tinggi
Kawasan dataran tinggi yang memiliki ciri khas tanah yang miring dengan banyak daerah yang terjal mengakibatkan pola kegiatan ekonomi penduduk terbatas pada usaha di bidang perkebunan, pertambangan, peternakan, dan pariwisata. Daerah yang berbukit – bukit menyebabkan jalur transportasi yang cukup sulit dijangkau sehingga berdampak pada terhambatnya arus komunikasi. Kondisi demikian menyebabkan pola kegiatan ekonomi penduduk perkembangannya tidak sepesat di daerah dataran rendah.

   3.      Bentuk Penggunaan Lahan di Pedesaan & Perkotaan
a.      Bentuk penggunaan lahan di pedesaan
Ciri – ciri pedesaan :
1)      Lahan yang luas memberikan kesan berpenduduk jarang.
2)      Pola kegiatan ekonomi penduduk cenderung bergantung pada alam dan bersifat agraris.
3)      Hubungan sosial antar penduduk berlangsung akrab diwarnai semangat kegotongroyongan.
4)      Pola pandangan hidup penduduknya bersifat tradisional yang ditandai dengan masih terikat dengan tradisi budaya warisan leluhur.
5)      Terbatasnya sarana prasarana kehidupan masyarakat yang cenderung masih tradisional.
b.      Bentuk penggunaan lahan di perkotaan
Ciri – ciri perkotaan :
1)      Jumlah penduduk yang tidak seimbang dengan luas lahan sehingga kepadatan penduduknya tinggi.
2)      Lingkungan banyak didirikan bangunan – bangunan yang rapat sehingga nyaris tidak ada lahan kosong.
3)      Pola pandangan masyarakatnya modern dan cenderung individualitis sehingga hubungan sosial antarpenduduk kurang akrab.
4)      Pola kegiatan ekonomi penduduk cenderung di sektor non agraris, terutama industri dan perdagangan.
5)      Sarana prasarana yang modern terutama mudahnya transportasi dan komunikasi

Tuesday, 4 February 2014

CONTOH PROCEDURE BESERTA SOAL dan JAWABANYA



How to make meatballs

Ingredients :

1 kilo of very fine minced meat (preferably beef)
2 eggs
300 grams of tapioca-flour
4-8 cloves of garlic
1 red onion
1 teaspoon of white pepper
2 teaspoons of salt
Steps :

First of all,mix garlic, red onion, salt, and white pepper in a mortar or mixer.
Second step, mix the spice-mixture with the eggs, the tapioca-flour and the minced meat.
After that, use your fingers, add a cup of water, and keep on working until the mixture feels soft and smooth.
Then, boil some water in a rather large pot, at least about 2 liters.
Next step, start rolling the mixture into small meatballs.
Finally, lower the meatballs into the boiling water. When they float up to the surface the meatball are ready to serve

QUESTION
1.       What does the text tells about . . .
2.       How many step to make meatballs ?
3.       What ingredients do you need to make meatballs ?
4.       How many adverb of sequence in the procedure text above ? Mentioned !
5.       What is the finally procedure?
ANSWER

1.         How to make meatballs
2.         The step of meatball is six
3.         1 kilo of very fine minced meat (preferably beef)
2 eggs
300 grams of tapioca-flour
4-8 cloves of garlic
1 red onion
1 teaspoon of white pepper
2 teaspoons of salt
4.         The adverb of sequence in the procedure text is six: first, second step, after that, then, next step, finally
5.         lower the meatballs into the boiling water

Monday, 27 January 2014

PERILAKU TERPUJI

  A.     Tawaduk
1.     Pengertian Tawaduk
Secara harfiah, tawaduk berarti merendahkan diri, yaitu suatu sikap rendah hati dan tidak berlaku sombong terhadap orang lain terutama terhadap kedua orang tua.
2.     Ciri – ciri orang yang tawaduk
a.         Bersikap sederhana
b.        Merendahkan hati
c.         Bicara dengan sopan / lemah lembut
d.        Tidak sombong
3.     Cara menumbuhkan sikap tawaduk
a.         Menyadari asal kejadian manusia
b.        Selau bersyukur atas segala nikmat Allah
c.         Menyadari bahwa manusia saling membutuhkan satu sama lainnya
Bagi manusia yang senantiasa bersikap tawaduk akan mendapat balasa dari Allah swt., yaitu berupa surga dan akan kekal didalamnya.

   B.     Taat
1.     Pengertian taat
Secara bahasa, taat berasal dari lafal Ta’a atau Ata’a yang artinya patuh. Sedangkan secara istilah, taat merupakan suatu perilaku atau perbuatan yang patuh dan taat terhadap segala peraturan yang ada. Ketaatan yang utama bagi orang mukmin adalah ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.
2.     Cara menaati Allah dan Rasul-Nya :
a.       Meyakini bahwa perintah Allah dan rsaul-Nya adalah wajib untuk ditaati
b.      Melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalakan segala larangan-Nya
c.       Mematuhi hukum – hukum yang telah ditetapkan
d.      Mencontoh perilaku Rasulullah saw (Sunnah Rasul)


   C.      Qanaah
1.     Pengertian qanaah
Secara bahasa qanaah artinya merasa cukup atau rela. Sedangkan menurut istilah, qanaah adalah perasaan seseorang bahwa ia telah merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Dengan kata lain, qanaah berarti mnerima apa yang telah dikaruniakan oleh Allah kepadanya atau berpikir positif terhadap pemberia Allah kepadanya. Dan juga kita harus tetap berikhtiar dan bertawakal kepada Allah, karena Allah memberikan anugerah itu berdasarkan ukurannya.
2.     Ciri – ciri sikap qanaah
a.       Menerima dengan rela apa yang ada pada dirinya
b.      Berusaha dan memohon kepad Allah tamabahan rezeki.
c.       Menerima dengan sabar segala ketentuan Allah
d.      Tidak tertarik oleh kemewahan dunia yang dapat menyesatkan
e.       Bertawakkal kepada Allah
3.     Fungsi sikap qanaah
a.       Mendorong seorang muslim berjiwa besar
b.      Mendorong seorang muslim menjauhkan diri dari sifat serakah
   D.     Sabar
1.     Pengertian sabar
Sabar bisa diartikan tahan uji, tahn menderita, tabah, tekun dan tidak mudah putus asa serta maksimal dalam berusaha. Sabar tidak sama dengan pasrah. Perbedaannya terletak pada usahanya. Pasrah adalah sikap menyerah terhadap keadaan tanpa melakukan usaha.
2.     Macam – macam sabar
a.       Sabar dalam berbuat
b.      Sabar dalam menghadapi cobaan
c.       Sabar dalam menahan amarah
3.     Ciri – ciri orang sabar
a.       Tahan menunggu waktu, apabila belum saatnya
b.      Tahan menerima cobaan, baik itu musibah maupun kekayaan
c.       Berusaha untuk selalu menghilangkan hal-hal yang tidak menyenangkan, selalu kita berserah diri (tawakkal) kepada Allah.
d.      Tidak mudah putus asa dan tidak suka mengeluh.
4.     Manfaat sikap sabar
a.       Dapat menjadikan orang bersifat teliti, tahan, berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu, serta tidak cepat putus asa meski banyak halangan dan rintangan
b.      Menjadikan seseorang mempunyai keyakinan yang kuat.  Karena itulah orang yang sabar pasti percaya bahwa apa yang diinginkan akan tercapai

Wednesday, 22 January 2014

PENGERTIAN SHALAT


A.Pengertian Shalat

Secara bahasa, salat artinya do’a. Sedangkan menurut istilah, salat berarti suatu ibadah berupa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam sesuai dengan syarat dan rukun tertentu.

B. Ketentuan Shalat Fardhu

1.   Rukun Sholat
a.      Niat
b.      Berdiri (bagi yang mampu)
c.       Takbiratul Ihram
d.      Membaca surah Al-Fatihah
e.      Rukuk disertai tumakninah
f.        Iktidal disertai tumakninah
g.      Sujud 2kali disertai tumakninah
h.      Duduk diantara 2 sujud disertai tumakninah
i.        Duduk tasyahud
j.        Membaca tahiyat / tasyahud akhir
k.      Membaca sholawat nabi
l.        Mengucapkan salam
m.   Tertib

2.   Syarat wajib shalat
a.      Isalam
b.      Suci dari haid atau nifas (khusus wanita)
c.       Berakal sehat
d.      Baliq atau dewasa
e.      Tidak tertidur

3.   Syarat sah shalat
a.      Susi dari hadas kecil dan besar
b.      Badan,pakaian, dan tempat harus suci dari najis
c.       Menutup aurat
d.      Menghadap kibalat
e.      Mengetahui waktunya shalay


4.   Sunah – sunah shalat
a.      Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram
b.      Melihat ke arah tempat sujud
c.       Membaca do’a iftitah
d.      Membaca taawudz sebelum membaca surat al-fatihah
e.      Membacah surat pendek atau Al-Qur’an setelah membaca surat al-fatihah (pada rakaat pertama dan kedua)

5.   Hal – hal yang membatalkan shalat
a.      Meninggalkan salah satu rukun shalat
b.      Meninggalakan salah satu syarat shalat, seperti berhadas atau terkena najis
c.       Makan dan minum dengan sengaja
d.      Segala sesuatu yang keluar dari lubang depan dan belakang

Wednesday, 15 January 2014

UNGGAH - UNGGUH BASA

Basa Ngoko Andhap (Ngoko Alus)

 
Wujude :
Tembung kanggo awake dhewe migunakake basa ngoko. Tembang kanggo wong ke loro lan wong ke telu. Migunakake basa krama inggil. Tuladha :
 
1.      Aku mangan, bapak adus => Aku mangan bapak siram
2.      Bapak turu, aku adus => Bapak sare, aku adus (Ing krama madya dadi : Bapak sare kula adus)
Manut unggah – ungguh basa jawa, kebagi dadi loro yaiku :
1.      Basa Ngoko, dipilah dadi loro yaiku :
a.      Basa Ngoko Lugu :  Basa ngoko kabeh ( lajur 1 )
b.      Basa Ngoko andhap / Ngoko alus : Basa Ngoko, kecampuran basa krama inggil (lajur 3) lajur I + III. Kanggo wong sing di ajak guneman (wong ke II) + sing di omong (wong ke III)
#) Tuladha :
Ibu menyang kantor => Ibu tindak kantor
Bapak mangan lonthong => Bapak dhahar lonthong
1.      Basa Krama Alus
Tembang – tembang kanggo wong ke siji (Awake dewe), nganggo basa madya (lajur II), tembung – tembung kanggo wong ke II lan ke III nanggo lajur ke III (krama inggil).
#) Ngoko lugu : Ibu tuku beras ing toko numpak sepedha
                         : Ibu mundhut wos wonten toko nitih sepedha