Thursday, 24 April 2014

Macam - Macam Majas


Pengertian dan Macam – Macam majas

Majas adalah bahasa kias atau pengungkapan gaya bahasa yang dalam pemakaiannya bertujuan untuk memperoleh efek-efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya. Seorang penulis sastra juga terkadang terkenal dengan tulisan-tulisan majas dalam karyanya. Dalam hal ini seorang penulis sastra dalam menyampaikan pikiran dan perasan, baik secara lisan dan tertulis kerap menyampaikannya dengan bahasa majas yang khas.

Majas terdiri berbagai jenis berbagai jenis seperti  Litotes,  Hiperbola,  Personifikasi, Simile , Metafora,  Antropomorfisme Antropomorfisme, Alegori,  Totum pro parte, Eufimisme, Disfemisme, Parabel, Fabel,  Perifrasa,  Eponim,  Simbolik,  Asosiasi,   Alusio, Antonomasia, Aptronim,Metonimia, Hipokorisme, Depersonifikasi, Pars pro toto, Sinisme, Satire, Innuendo, Ironi, Sarkasme, Klimaks, Antiklimaks, Koreksio, Asindeton, Interupsi, Eksklmasio ,Enumerasio, Silepsis dan Zeugma , Apofasis atau Preterisio,  Pleonasme, Aliterasi,   Paralelisme, Tautologi, Antanaklasis  Anastrof atau Inversi,  Retoris , Elipsis, Alonim,  Kolokasi, Pararima, Preterito, Sigmatisme, Polisindenton, Oksimoron, Antitesis, Anakronisme, Paradoks , Repetisi , Kontradiksi interminus.


Berikut macam-macam majas. 

A. Macam-macam Majas Penegasan
  1. Majas Klimaks : Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat. Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.
  2. Majas Antiklimaks: Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun. Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namany
  3. Majas Koreksio: Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
  4. Majas Asindeton : Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.
  5. Majas Interupsi  adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
  6. Majas Eksklmasio : Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
  7. Majas Enumerasio : Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas. Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
  8. Majas Silepsis dan Zeugma : Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama. Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
  9. Majas Apofasis atau Preterisio : Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal. Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara
  10. Majas Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Contoh: Saya naik tangga ke atas.
  11. Majas Aliterasi:  Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
  12. Majas Paralelisme: Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris  atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang
  13. Majas Tautologi: Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului. Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan
  14. Majas Antanaklasis adalah yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
  15. Majas Anastrof atau Inversi : Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.
  16. Majas Retoris : Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
  17. Majas Elipsis: Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
  18. Majas Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
  19. Majas Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
  20. Majas Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
  21. Majas Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
  22. Majas Sigmatisme: Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.
  23. Majas Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
B. Macam -macam Majas Perbandingan
  1. Majas Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri. Contoh: Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku atau Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
  2. Majas Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.ah mencapai langit. Contoh: Kita berjuang sampai titik darah penghabisan
  3. Majas Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia. Atau yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup. Contoh: Hujan itu menari-nari di atas genting
  4. Majas Simile : Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, ” umpama”, “ibarat”,”bak”, bagai”.  Membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
  5. Majas Metafora: Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama. contoh: Cuaca mendung karena sang raja siang enggan menampakkan diri.
  6. Majas Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
  7. Majas Sinestesia: yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.
  8. Majas Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
  9. Majas Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. contoh:Indonesia bertanding volly melawan Thailand.
  10. Majas Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus. contoh:Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?
  11. Majas Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
  12. Majas Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata. contoh:Perilakunya seperti ular yang menggeliat.
  13. Majas Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
  14. Majas Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
  15. Majas Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata. contoh:Kita bermain ke rumah Ina.
  16. Majas Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
  17. Majas Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh: Masalahnya rumit, susah mencari jalan keluarnya seperti benang kusut.
  18. Majas  Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Contoh: Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya
  19. Majas Antonomasia: Adalah yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.
  20. Majas Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
  21. Majas Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut. Contoh:Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah (Motor merk Jupiter)
  22. Majas Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
  23. Majas Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
  24. Majas Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek. contoh:Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.
C. Macam-macam Majas Pertentangan
  1. Majas Oksimoron : adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. Contoh : Keramah-tamahan yang bengis
  2. Majas Antitesis : Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya. Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
  3. Majas Anakronisme : Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)
  4. Majas Paradoks : Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda. Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.
  5. Majas Repetisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai
  6. Majas Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
D. Macam-macam Majas Sindiran
  1. Majas Sinisme : Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Contoh: Kamu kan sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?
  2. Majas Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!
  3. Majas Innuendo: Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya
  4. Majas Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Contoh: Suaramu merdu seperti kaset kusut.
  5. Majas Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.  Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan. Contoh: Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga

Thursday, 17 April 2014

Perubahan Zat

   A.    Sifat Zat

1.      Sifat – Sifat Fisika
     Ciri suatu materi yang dapat diamati tanpa merubah zat – zat yang menyusun materi dinamakan sifat fisika. Sifat – sifat yang tergolong sifat fisika sebagai berikut.
a.      Wujud Materi
     Gambaran dari suatu materi diperlukan untuk mengetahui wujud suatu materi. Berdasarkan wujudnya kita dapat mengetahui bentuk suatu materi.
b.      Ukuran Partikel
     Ciri – ciri fisik suatu benda juga ditentukan oleh ukurannya yaitu besar kecilnya atau berat ringannya suatu benda. Berdasarkan kecilnya suatu benda berkaitan dengan volume benda. Sedangkan berat ringannya suatu bendaberhubungan dengan massa benda & gravitasi bumi. Ukuran lain yang menentukan ciri fisik suatu benda adalah kerapatan.
c.      Titik Didih & Titik Cair
     Suhu dimana zat padat berubah menjadi cair dinamakan titik cair. Sedangkan suhu dimana zat cair berubah menjadi zat gas dinamakan titik didih.
d.      Warna
     Warna yang dimiliki suatu benda merupakan coro tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Sifat fisika yang berupa warna berhubungan dengan pemantulan cahaya matahari.
e.      Kelarutan
     Kelarutan suatu zat berhubungan dengan kemampuan suatu zat untuk melarut dalam suatu pelarut.
f.       Daya Hantar
     Daya hantar berhubungan dengan kemampuan suatu zat untuk menghantarkan panas atau arus listrik.
g.      Kemagnetan
     Kemagnetan berhubungan dengan kemampuan zat untuk dipengaruhi oleh suatu medan magnet.
2.      Sifat – Sifat Kimia
     Sifat kimia adalah ciri – ciri suatu zat yang menyatakan apakah zat tersebut dapat mengalami perubahan kimia tertentu.
Logam dan Udara
     Besi dapat berkarat karena bereaksi dengan oksigen yang ada di udara. Karat besi merupakan senyawa oksida besi. Aluminium dapat bereaksi dengan oksigen yang ada diudara membentuk aluminium oksida. Sifat – sifat yang digunakan untuk mengelompokkan sifat kimia diantaranya :
a)     Mudah tidaknya suatu zat terbakar
b)     Kestabilan : Mudah tidaknya suatu zat terurai oleh pengaruh panas
c)     Kereaktifan : Mudaj tidaknya suatu zat untuk bereaksi dengan zat lain
d)     Perkaratan : Mudah tidaknya suatu zat membentuk karat
e)     Beracun : terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia bercun seperti insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida.
        B.     Perubahan Zat
1.      Perubahan Fisika
     Perubahan ukuran, bentuk atau keadaan zat disebut perubahan fisika. Perubahan fisika tidak mengubah identitas zat dalam materi. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menyebabkan terbentuknya zat yang jenisnya baru. Perubahan fisika dapat diidentifikasi dengan hal – hal berikut.
a.      Perubahan Wujud
     Materi atau zat dapat berwujud padat, cair maupun gas, bergantung pada sifat alamiah dan faktor – faktor yang mempengaruhinya.
b.      Perubahan Bentuk
     Materi dapat diubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain tanpa mengubah wujudnya
c.      Perubahan Fisika Pada Proses Pelarutan
     Pada perubahan ini zat padat dapat berubah menjadi larutan atau sebaliknya larutan dapat berubah menjadi zat padat, tanpa mengubah sifat fisika yang dimiliki zat tersebut
d.      Perubahan Fisika karena Proses Aliran Arus Listrik
     Pada perubahan ini materi hanya bertindak sebagi penghantar dan energi yang dialirkan diubah menjadi bentuk lain
2.      Perubahan kimia
     Perubahan suatu zat dalam suatu materi menjadi zat yang berbeda atau baru disebut perubahan kimia. Perubahan kimia pada umumnya disertai dengan gejala – gejala yang dapat diamati antara lain :
a)     Terjadinya perubahan warna
b)     Terbentuknya gas yang kadang disertai bau yang khas
c)     Terbentuknya endapan
d)     Terjadinya perubahan suhu
Besi yang dibiarkan diudara, besi dan oksigen yang ada diudara akan bereaksi membentuk zat yang baru yaitu karat. Proses perubahan kimia dapat digolongkan menjadi proses fotosintesis, proses pembakaran, proses pengkaratan, proses peragian (fermentasi) dan proses pembusukan.
Tabel Beberapa Pengamatan Perubahan Materi
Perubahan Fisika
Perubahan Kimia
1.      Pembakaran Logam Nikel
Kawat nikel dibakar pada nyala api alat pembakaran Bunsen. Nikel terbakar membara. Ketika di dinginkan, logam itu kembali pada wujud semula.
1.      Pembakaran logam magnesium
Pita magnesium di bakar pada nyala Bunsen. Magnesium terbakar dengan menimbulkan cahaya terang, dan menghasilkan abu berwarna putih.
2.      Pelarutan garam dapur
Sesendok garam dapur dimasukan ke dalam air suling pada gelas kimia, dan diaduk sampai larut. Jika larutan ini dipanaskan sampai semua air menguap maka garam dapur diperoleh kembali.
2.      Pelarutan logam natrium
Dengan menggunakan tang, sekeping natrium dimasukan secara hati hatipada permukaan air suling di gelas kimia. Natrium larut disertai sedikit ledakan. Jika air diuapkan, kita memperoleh zat padat putih. Zat ini juga larut dalam air, tetapi tidak menimbulkan ledakan.
3.      Pemanasan secara lemah
Panaskan belerang dalam tabung reaksi dengan api yang lemah (nyala kuning). Tabung digoyangkan terus-menerus. Setelah belerang meleleh, pemanasan dihentikan. Ketika didinginkan, belerang menjadi padat kembali seperti semula.
3.      Pemanasan secara kuat
Panaskan belarang dalam sendok porselin dengan api yang kuat (nyala biru). Belerang meleleh, dan lamban lun jumlahnya berkurang. Akhirnya sendok itu kosong dan timbul gas yang berbau seperti bau korek api yang terbakar.
3.      Kekekalan Massa
     Massa zat sebelum perubahan kimia sama dengan massa zat setelah perubahan tersebut, yang kemudian dikenal dengan hukum kekekalam massa.
4.      Penggunaan Perubahan Fisika & Kimia dalam Industri dan Kehidupan Sehari – hari.
a.      Penggunaan Perubahan Fisika :
1)     Pembuatan es mulai dari es batu, es lilin, samapi es krim dengan teknik pembekuan
2)     Penggunaan pewangi ruangan dan pewangi pakaian dari kamper berdasarkan sifat menyublim
b.      Penggunaan Perubahan Kimia :
1)     Pengolahan makanan seperti, pembuatan tape, pembuatan minuman dari sari – sari buah – buahan, pembuatan tempe & oncom dengan proses peragian
2)     Pencegahan perubahan yang tidak diinginkan
3)     Mengatasi limbah
4)     Pengolahan sumber energi
      C.    Pemisahan Campuran
            Cara – cara pemisahan campuran dapat dilakukan dengan menggunakan dasar perbedaan sifat fisika, seperti perbedaan ukuran, titik didih, titik lebur, kelarutan dan lain sebagainya. Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1.      Penyaringan ( Filtrasi )
            Penyaringan adalah pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat – zat penyusun campuran. Zat atau partikel yang tertinggal pada penyaring disebut residu (ampas). Zat atau partikel yang dapat menenmbus penyaring disebut filtrat (hasil saringan).
2.      Penyulingan ( Destilasi )
            Pemisahan campuran dengan destilasi didasarkan pada perbedaan titik didih. Pemisahan dengan cara destilasi juga dapat digunakan untuk memperoleh air murni dari larutan dengan zat terlarut didalamnya.
3.      Pengkristalan ( Kristalisasi )
            Pengkristalan adalah pemisahan campuran zat padat dari larutan campurannya, dengan cara menguapkan pelarutnya sehingga campuran tersebut menjadi kental lewat jenuh kemudian membentuk kristal.
4.      Sublimasi
            Sublimasi adalah pemisahan campuran berdasarkan perubahan wujud zat dari zat padat menjadi gas atau sebaliknya.
5.      Kromatografi
            Kromatografi adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan tertentu. Komponen – komponen yang akan dipisahkan & didistribusikan melalui 2 fase yaitu fase stationer ( tetap) dan fase mobil ( fase bergerak). Fase stationer cenderung menahan, sedangkan fase mobil cenderung menghanyutkan.
      D.    Reaksi Kimia
            Perubahan kimia salah satunya juga terjadi dalam sel – sel tubuh manusia yaitu pernapasan.
1.      Menulis Persamaan Reaksi
            Persamaan reaksi adalah persamaan yang menyatakan perubahan materi dalam suatu reaksi kimia, menggunakan rumus kimia dan lambang – lambang lain. Beberapa lambang yang digunakan pada persamaan reksi anatara lain :
-         →  (menghasilkan)
-         +  (ditambah)
-         (s) padatan (s = solid)
-         (g)  (gas)
-         (l) cairan (l = liquid)
-         (aq) terlarut dalam air (aq = aquous)
            Zat – zat yang berada disebelah kiri tanda panah adalah pereaksi (reaktan), dan zat – zat yang berada disebelah kanan tanda panah adalah hasil reaksi (produk).
2.      Kesetaraan Persamaan Reaksi Kimia
            Reaksi kimia antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk air. Persamaan rekasinya :
H2 + O2 → H2 O (Belum setara). Untuk menyamakan jumlah atom oksigen, tambahkan angka koefisien 2 didepan rumus kimia H2 O, sehingga => H2 + O2 → 2H2 O (Belum setara). Agar jumlah atom hidrogen menjadi sama, tambahkan angka koefisien 2 didepan rumus kimia H2, kini menjadi => 2H2 + O2 → 2H2 O (Setara).
      E.     Jenis – Jenis Reaksi Kimia
1.      Reaksi Penggabungan
Dalam reaksi penggabungan, dua atau lebih zat tergabung membentuk zat lain. Rumus umum reaksi kimia jenis ini adalah :
A + B → AB
2.      Reaksi Penguraian
Kebalikan dari reaksi penggabungan adalah reaksi penguraian. Dalam reaksi penguraian, suatu zat terpecah atau terurai menjadi dua atom atau lebih zat yang lebih sederhana. Rumus umum reaksi janis ini adalah : AB → A + B
Sebagian besar reaksi penguraian membutuhkan kalor, cahaya / listrik.
3.   Reaksi Penggantian
Reaksi penggantian tunggal terjadi apabila satu unsur menggantikan unsur lain dalam satu senyawa. Terdapat dua persamaan umum untuk reaksi janis ini :
-         Persamaan I => A menggantikan B => A + BC → AC + B
-         Persamaan II => D menggantikan C => D + BC → BD + C
Reaksi penggantian rangkap terjadi apabila endapan, air atau gas terbentuk ketika dua senyawa dalam larutan dicampur. Rumus umum untuk reaksi jenis ini adalah : AB + CD → AD + CB
       F.     Ciri – ciri Reaksi Kimia
1.      Reaksi Kimia Menghasilkan Endapan
      Salah satu contoh reaksi kimia yang menghasilkan endapan adalah reaksi antara perak nitrat dan natrium klorida.
2.      Reaksi Kimia Menghasilkan perubahan Warna
      Reaksi antara larutan timbal ( II ) nitrat Pb (No)3 (aq) dengan larutan kalium iodida 2KL(aq)­ selain menghasilkan endapan juga menghasilkan zat baru dengan warna yang berbeda dengan warna zat asalanya.
3.      Reaksi Kimia Menghasilkan Gas
      Conroh reaksi kimia yang ditandai dengan terbentuknya gas adalah ketika karbit dicampur dengan air, akan menghasilkan gas karbit.
4.      Reaksi Kimia Menghasilkan Perubahan Suhu
      Suatu reaksi kimia yang menghasilkan energi dinamakan reaksi eksoterm. Salah satu c